Bagaimana cara memilih rem derek menggunakan daya motor, kecepatan, dan rasio gigi?

Daya motor dan kecepatan adalah titik awal yang berguna, tetapi Anda harus mengubahnya menjadi torsi di lokasi rem. Pertama hitung torsi motor dari daya dan kecepatan, lalu terapkan rasio gearbox dan efisiensi untuk memperkirakan torsi di drum atau poros tempat rem dipasang. Untuk hoist, juga pertimbangkan torsi beban dan reeving;…

Daya motor dan kecepatan adalah titik awal yang berguna, tetapi Anda harus mengubahnya menjadi torsi di lokasi rem. Pertama hitung torsi motor dari daya dan kecepatan, lalu terapkan rasio gearbox dan efisiensi untuk memperkirakan torsi di drum atau poros tempat rem dipasang. Untuk hoist, juga pertimbangkan torsi beban dan reeving; torsi motor saja mungkin tidak mencerminkan kebutuhan penahan nyata, terutama saat menurunkan.

Selanjutnya, verifikasi siklus tugas dan energi pengereman. Rem yang memenuhi persyaratan torsi mungkin masih terlalu panas jika harus berhenti secara sering atau menangani berhenti dinamis darurat. Konfirmasi berhenti yang diizinkan per jam, energi yang diizinkan per berhenti, batas bahan gesekan, dan karakteristik pendinginan (cakram vs drum).

Akhirnya, pertimbangkan kendala pemasangan: diameter poros, ukuran cakram/drum, antarmuka pemasangan, dan ruang yang tersedia. Untuk sistem VFD, koordinasi antara pengereman listrik dan pengikatan rem mekanis sangat penting untuk menghindari beban kejutan atau drifting. Metode pemilihan terbaik adalah berbasis aplikasi: berikan beban, kecepatan, inersia, dan kelas tugas—bukan hanya data plat nama motor.

DAPATKAN PENAWARAN

Tolong tinggalkan pesan kepada kami, dan kami akan membalas dalam waktu 12 jam.