Kebocoran rem hidrolik biasanya berasal dari segel yang aus, selang yang rusak, sambungan yang longgar, atau korosi pada batang dan port silinder. Siklus suhu dan kontaminasi mempercepat keausan segel. Peristiwa overpressure (pengaturan relief yang salah) juga dapat memaksa kebocoran. Di port dan lingkungan luar ruangan, korosi di sekitar sambungan sangat umum.
Diagnosa dengan membersihkan area terlebih dahulu, lalu mengoperasikan sistem dalam kondisi terkendali untuk menemukan sumbernya. Periksa titik kebocoran umum: ujung crimp selang, sambungan berulir, blok katup, segel batang silinder, dan sekrup bleed. Gunakan kertas atau bantalan absorben untuk mengidentifikasi jalur oli segar—jangan pernah menggunakan tangan dekat kebocoran bertekanan.
Juga verifikasi tekanan sistem dan kondisi fluida. Oli yang kotor dapat merusak segel dan katup; kontaminasi air mengurangi pelumasan dan mempercepat korosi. Jika kebocoran internal (kehilangan tekanan tanpa oli eksternal), silinder atau katup mungkin sedang melewati jalur. Setelah perbaikan, lakukan pengeluaran udara sistem dengan benar dan konfirmasi fungsi pelepasan/penerapan penuh. Karena kebocoran dapat mengurangi tekanan pelepasan, ini dapat menyebabkan pelepasan parsial (dragging) atau pengereman yang tidak cukup—perlakukan kebocoran sebagai masalah keselamatan, bukan hanya masalah kebersihan.



